Penggunaan Tingkat Lanjut Menyimpan data ACL Zend_Acl didesain sedemikian rupa sehingga ia tidak bergantung pada teknologi backend seperti database atau server cache untuk menyimpan data ACL. Zend_Acl sepenuhnya diimplementasikan dalam kode PHP sehingga perangkat administrasi lainnya (seperti penyimpanan data ACL) dapat dibangun di atasnya dengan relatif mudah dan fleksibel. Sebab terkadang kita perlu mengelola ACL ini secara interaktif, tidak persistence seperti halnya kalau kita menyimpan dalam database. Untuk itu Zend_Acl menyediakan method untuk melakukan setup dan query ACL dari aplikasi secara dinamis. Dengan kata lain, penyimpanan data ACL diserahkan sepenuhnya kepada developer, karena penggunaan tempat penyimpanan data ACL sangat beragam dan berbeda untuk tiap aplikasi. Yang jelas, objek Zend_Acl dapat diserialisasikan, dan dengan menggunakan fungsi serialize() di PHP, anda dapat menyimpan hasil keluarannya ke tempat penyimpanan sesuai keinginan anda. Bisa ke dalam file, database atau mekanisme caching. Aturan Kondisional ACL dengan Assertion Terkadang aturan ACL untuk memperbolehkan atau melarang akses ke resource tertentu tidak absolut melainkan bergantung pada beberapa kondisi. Misalnya sebuah resource bisa diakses oleh role tertentu, tapi hanya antara jam 8.00 pagi sampai jam 5.00 sore. Contoh kasus lain adalah resource tertentu tidak bisa diakses oleh pengunjung dengan IP tertentu karena sudah ditandai sebagai sumber ancaman. Zend_Acl memiliki dukungan built-in untuk mengimplementasikan aturan kondisional seperti ini. Penerapan aturan kondisional seperti ini (atau assertion) dilakukan dengan menggunakan Zend_Acl_Assert_Interface. Untuk menggunakan interface ini, developer harus membuat sebuah class terlebih dahulu yang mengimplementasikan method assert() dari interface tersebut: _isCleanIP($_SERVER['REMOTE_ADDR']); } // di sini dibuat mekanisme untuk memeriksa apakah $ip // tergolong aman dan tidak masuk dalam daftar blacklist // keluaran: true jika aman, false jika tidak aman protected function _isCleanIP($ip) { // ... } } ]]> Setelah class assertion ini siap, anda tinggal menambahkan instance class tersebut dalam penentuan aturan ACL. Aturan yang disertai class assertion seperti ini hanya berlaku jika class assertion mengeluarkan nilai true (benar). allow(null, null, null, new CleanIPAssertion()); ]]> Kode di atas membuat aturan yang memperbolehkan siapapun untuk melakukan apapun pada semua resource, kecuali ketika orang tersebut menggunakan IP yang masuk daftar blacklist. Ini karena jika class assert bernilai false (IP masuk daftar blacklist) maka aturan jadi tidak berlaku, yang artinya semua akses ditolak. Mesti anda fahami, ini adalah kasus spesial. Karena kita memberi nilai null pada parameter masukan (ingat kembali sifat Zend_Acl di sub bab sebelumnya yang default-nya menolak semua role untuk mengakses semua resource). Namun jika anda menetapkan aturan tertentu pada role, resource dan/atau hak akses tertentu, maka class assert yang bernilai false hanya akan membuat aturan itu saja yang tidak berlaku, sementara aturan lain yang mungkin ada tetap berlaku. Perhatikan di method assert() dari objek assertion di atas. ACL, role, resource dan hak akses (privilege) digunakan sebagai parameter masukannya. Ini memungkinkan anda untuk menentukan bilamana class assertion yang anda buat diberlakukan terhadap ACL, role, resource dan hak akses tertentu.